Bila Aku Jatuh Cinta


            Suasana hati lagi mellow nih, bukan lagi sedih-sedih juga sih, tapi ga’ tau kenapa habis ga’ sengaja dengerin lagunya Nidji yang “Bila aku jatuh cinta” di TV, kondisi hati jadi kayak gini, mendadak melalang buana ga’ tentu arah tujuan. Iya aku jadi menghayati liriknya, dan aku jadi mikir untuk… ach jadi malu ngungkapinnya, hehehe
            Cinta itu seperti minum secangkir kopi hangat di atas sebuah perahu di malam hari yang penuh taburan bintang dan pesona terangnya sinar sang rembulan, suasanya itu yang bikin hati jadi adem, tenang, dan meleleh gitu kayak es krim yang dicuekin. Makanya sampai saat ini saya ngerasa tenang aja kalo ngeliat langit yang penuh bintang, walaupun saya ga ngopi apa lagi punya cinta, tapi saya bisa merasakan kalo secangkir kopi itu adalah simbol romantisme, apalagi minumnya dengan orang yang terkasih, ih so sweet banget deh…
            Di sini saya berbicara cinta dari sudut pandang keindahannya, cinta untuk lawan jenis, cinta yang dewasa, cinta untuk masa depan, bukan cinta monyet yang kadang lebih dari 50% banyak rasa sakitnya. Mengapa cinta yang dewasa?? Karena jarang sekali kita mendengarnya, cinta yang dewasa itu bukan usia antara dua belah pihak yang dewasa, karena banyak orang yang sudah dewasa masih saja menjalani cinta yang seperti anak kecil, penuh dengan emosi dan kecurigaan.
            Cinta yang dewasa itu adalah cinta yang dijalani oleh dua orang yang sudah paham betul bagaimana karakter asli orang yang dicintainya, oleh karena itu mereka sudah saling memahami, sudah mengerti bagaimana harus bersikap dan berkata dengan orang yang dicintainya tanpa harus ada pertengkaran. Istilah lainnya mereka seperti sudah terkoneksi, hubungan mereka juga sudah terarah kemana akan melangkah, dan kisah masa lalu bukanlah alasan untuk membela diri saat terjadi suatu permasalahan, karena masa depanlah yang menjadi tujuan mereka menjalin hubungan.
            “Bila aku jatuh cinta” kata Nidji, mereka menggambarkan betapa cinta itu menyenangkan, menyempurnakan hidup, melengkapi kekurangan, dan  mendamaikan hati yang sempat terluka. Memang liriknya terlihat  sangat sederhana, tapi pahamilah maksudnya, maka akan kita temukan betapa dalam artinya, nikmatilah cinta yang anda miliki saat ini, karena itu sangat berharga.