KOMPAS.com - Lonely
Planet mengeluarkan daftar "Negara-negara Teramah di Dunia" yang
diambil dari buku Lonely Planet edisi "1000 Ultimate Experiences".
Salah satu yang masuk dalam daftar tersebut adalah Indonesia, memang agak
membanggakan diatakan Negara ramah, Negara yang murah senyum, terlebih kepada
turis asing, tapi saya agak bingung kita ramah atau lebih menjurus ke norak?
Faktanya mungkin tidak sedikitkan anda melihat dan mungkin anda mengalami
sendiri teman atau keluarga anda yang apabila melihat seorang bule’ atau sering
disebut turis asing, lewat dan menimbulkan tebiat-tebiat aneh, kadang heboh
sendiri, dan cendrung lebay, atau anda sendiri yang pernah melakukannya? Maaf
tadi saya menyebutkan bahwa anda lebay, hehe
Ada apa
dengan bule’? iya kalau dia artis, tapi kalau Cuma turis biasa bagaimana? Yang
lebih parah lagi dan agak memalukan,
banyak dari kita yang apabila melihat bule’ bisa memberanikan diri untuk minta
foto bareng, manurut saya itu adalah tingkah Indonesia yang paling dan sangat
kampungan, kenapa tidak sekalian minta tanda tangannya langsung? apa yang bisa
didapatkan setelah foto bareng? Bangga bisa berbicara dengan bule’
menggunakan bahasa inggris? Dengan modal
kalimat “May I take a picture with you?
Sudah
merasa keren? Nenek-nenek bawa gayung juga bisa, Tidak cukup di situ saja,
belum cukup bangga, bahkan banyak juga dari mereka yang menggunggah foto
tersebut ke media sosialnya, agar dunia tau. Sumpah parah sekali noraknya
Bayangkan,
pernahkah anda berfikir kita juga diperlakukan sama dengan bule’ tersebut
ketika kita berkunjung ke Negara mereka? jangankn meminta foto bersama, senyum
duluan saja sangat mustahil sekali, anda jangan berharap banyak bisa
mendapatkan balasan yang sama ketika anda berkunjung ke Negara mereka.
Menurut
saya Indonesia itu belum ramah, mau cerita sedikit tentang pengalam pribadi,
hari itu saya mau pulang kerumah menggunakan sepeda motor, di jalan tiba-tiba
turun hujan, banyak pengendara yang berhenti untuk sekedar berteduh dan
menggunakan jas hujan saya juga melakukan hal yang sama. Saat udah di pinggir
jalan tidak tau kenapa pengendara motor di belakang saya jatuh dari motornya,
ya tidak perlu dimintai tolong, langsung saja saya tolong, perlu waktu beberapa
menit untuk memperbaiki posisi motor itu dari tumbang, mungkin karena kami
sama-sama perempuan, jadi tenaganya tidak sekuat laki-laki. bukannya saya minta
balasan, tapi aneh juga ya, udah ditolong bukannya bilang terimakasi, nmelihat
saya saja tidak mau. Dilihat dari penampilannya, sepertinya wanita itu orang
yang berpendidikan, sampai saya meninggalkannya tak satupun kalimat yang keluar
dari mulutnya, bahkan sedikit senyumanpun tidak saya dapatkan.

0 komentar:
Posting Komentar