Bila Aku Jatuh Cinta


            Suasana hati lagi mellow nih, bukan lagi sedih-sedih juga sih, tapi ga’ tau kenapa habis ga’ sengaja dengerin lagunya Nidji yang “Bila aku jatuh cinta” di TV, kondisi hati jadi kayak gini, mendadak melalang buana ga’ tentu arah tujuan. Iya aku jadi menghayati liriknya, dan aku jadi mikir untuk… ach jadi malu ngungkapinnya, hehehe
            Cinta itu seperti minum secangkir kopi hangat di atas sebuah perahu di malam hari yang penuh taburan bintang dan pesona terangnya sinar sang rembulan, suasanya itu yang bikin hati jadi adem, tenang, dan meleleh gitu kayak es krim yang dicuekin. Makanya sampai saat ini saya ngerasa tenang aja kalo ngeliat langit yang penuh bintang, walaupun saya ga ngopi apa lagi punya cinta, tapi saya bisa merasakan kalo secangkir kopi itu adalah simbol romantisme, apalagi minumnya dengan orang yang terkasih, ih so sweet banget deh…
            Di sini saya berbicara cinta dari sudut pandang keindahannya, cinta untuk lawan jenis, cinta yang dewasa, cinta untuk masa depan, bukan cinta monyet yang kadang lebih dari 50% banyak rasa sakitnya. Mengapa cinta yang dewasa?? Karena jarang sekali kita mendengarnya, cinta yang dewasa itu bukan usia antara dua belah pihak yang dewasa, karena banyak orang yang sudah dewasa masih saja menjalani cinta yang seperti anak kecil, penuh dengan emosi dan kecurigaan.
            Cinta yang dewasa itu adalah cinta yang dijalani oleh dua orang yang sudah paham betul bagaimana karakter asli orang yang dicintainya, oleh karena itu mereka sudah saling memahami, sudah mengerti bagaimana harus bersikap dan berkata dengan orang yang dicintainya tanpa harus ada pertengkaran. Istilah lainnya mereka seperti sudah terkoneksi, hubungan mereka juga sudah terarah kemana akan melangkah, dan kisah masa lalu bukanlah alasan untuk membela diri saat terjadi suatu permasalahan, karena masa depanlah yang menjadi tujuan mereka menjalin hubungan.
            “Bila aku jatuh cinta” kata Nidji, mereka menggambarkan betapa cinta itu menyenangkan, menyempurnakan hidup, melengkapi kekurangan, dan  mendamaikan hati yang sempat terluka. Memang liriknya terlihat  sangat sederhana, tapi pahamilah maksudnya, maka akan kita temukan betapa dalam artinya, nikmatilah cinta yang anda miliki saat ini, karena itu sangat berharga.
           
           

Cantik itu Perjuangan


Setiap wanita pasti ingin menjadi sosok yang cantik dan menarik, baik dari fisik dan penampilan pasti selalu diperbarui sesuai trend yang sedang booming saat ini. Begitu lah wanita, selalu ingin tampil menawan di muka umum, jadi sudah bisa dipastikan mereka rela merogok kocek dalam-dalam dan merasakan rasa sakit dalam perawatan, hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan agar bisa terlihat cantik.
Menurut saya cantik itu perjuangan, di mana kita sebagai wanita harus melakukan rutinitas yang agak menyakitkan seperti:
1.      High heels
Saat menggunakannya wanita akan terlihat lebih anggun, karena postur kaki akan lebih jenjang, mata yang melihatnya memang nyaman sekali memandangnya, tapi apakah senyaman itu bagi penggunanya? Saya rasa tidak, karena rasa pegal akan selalu menghantui, belum lagi dalam menggunakannya rasa waspada selalu ada, karena model professional yang sering menggunakannya saja tak luput dari jatuh karena heelsnya, jadi memang perlu hati-hati, karena kita mempertaruhkan rasa malu apabila terjatuh dalam menggunakannya.
2.      Behel (kawat gigi)
Gigi rapi dan terawat, siapapun ingin memilikinya, beruntunglah mereka yang sudah dari lahir memiliki gigi yang sudah berjejer rapi, bagaimana bagi mereka yang memiliki gigi yang masih berantakan? Jangan khawatir, karena sekarang penggunaan behel sudah ramai di gunakan di masyarakat, bahkan bukan lagi untuk perawatan, penggunaan behel saat ini sepertinya sudah menjadi acecoris.
Setelah menggunakan dalam kurun waktu tertentu memang perubahan akan terjadi, gigi akan terlihat lebih rapi dari sebelumnya, tapi dalam prosesnya, rasa sakit akan sering terjadi, karena kondisi mulut akan lebih sensitif, mudah sariawan karena terkadang terjadi masalah dengan kawatnya, dan saat mengganti karetnya, akan sulit mengunyah, gigi akan terasa sangat ngilu, karena pergeseran yang terjadi pada gigi.
3.      Treatment kecantikan
Sebagian wanita yang peduli akan penampilan fisiknya tak jarang melakukan rutinitas wajib sebagai wanita, yaitu ke salon, hal itu seperti sering sekali kita lakukan sebagai cara untuk terlihat lebih menawan, salah satu yang paling sering di lakukan oleh kaum hawa yaitu facial, di mana pada wajah akan dipencet-pencet dan dibersihkan dari kulit mati seperti komedo, atau penggunaan masker yang setelah kering langsung ditarik, seperti masker lumpur, itu sangat menyakitkan, tak jarang membuat kita berteriak kesakitan dan mata pun bisa berair, tapi wajah memang lebih kinclong dari sebelumnya.
4.      Diet
Banyak wanita sangat takut apabila berat badannya naik, walaupun itu hanya beberapa ons, kadang mereka agak terlihat lebay dengan kondisi badan mereka yang mulai membengkak, maka banyak hal yang harus mereka lakukan demi mendapatkan tubuh yang ideal. Salah satunya diet, itu juga menyakitkan, karena kita harus bisa mengontrol nafsu makan, ini lebih rumit, karena pada tahap ini kita memiliki banyak pantangan dalam mengkonsumsi makanan, perlu kesabaran dan keyakinan dalam menjalaninya, tak sedikit wanita yang gagal melakukannya, dan tubuh idealpun tak kunjung didapatkan.
Cantik memang harus diperjuangkan, wangi, putih mulus, tinggi dan langsing itu memang sangat menarik, dan itu memang cantik, setiap wanita ingin seperti itu, tapi harus ada usaha di setiap kepuasan. Cantik dari dalam itu penting, tapi alangkah menawannya seorang wanita apabila dari luar pun ia terlihat cantik, karena mata melihat dari luar baru lah mata melihat dari hati. 

Sudah Dewasakah Anda??


            Banyak yang berpendapat dewasa itu bukan karena umur, tapi karena pengalaman, iya itu tidak salah, tapi menurut saya, pada usia 23 tahun dewasa itu suatu keharusan, dan bagi mereka yang belum mau atau belum sadar akan pentingnya kedewasaan, mungkin mereka hanya menganggap enteng, mereka masih terbuai dengan fenomena duniawi yang masih memanjakan mereka dengan segala hal yang penuh dengan kepalsuan, dan jika saatnya nanti mereka sudah menyadarinya, mereka sudah jauh tertinggal, dan itu menyakitkan!!
            Dewasa karena pengalam itu tidak salah, karena seseorang akan mengalaminya apabila mereka pernah tersudut dalam kondisi yang sangat tidak nyaman, misalkan merasa kehilangan, kehilangan adalah sebuah perasaan di mana seseorang tersebut merasa berbeda dari biasanya, ruang di hatinya diliputi perasaan sedih, ada perasaan hampa, seperti merasa sendiri di tengah-tengah keramaian, jika ia mampu menerima itu, maka ia akan menjalani semua aktifitasnya seperti biasa, bedanya hanya ia sedang berada dalam lingkungan yang baru, seperti contoh hal yang paling sering kita alami, “tempat gelas di rumah di pindahkan ke sudut yang berbeda, pasti naluri kita akan tidak sengaja mencari gelas di tempat yang lama, padahal kita sudah tau tempat tersebut sudah di pindahkan”.
            Dewasa di usia muda memang ada, tapi jarang sekali di temukan, karena sekarang ini banyak usia-usia belasan sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol, selalu ingin show off, agar dianggap paling hebat, dan mereka hanya seperti ingin hidup di hari ini saja, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di hari esok, dan parahnya lagi itu juga sering terjadi pada usia 20-n bahkan tak jarang 30-n ke atas, baik dari segi pemikiran, ucapan dan tingkah laku banyak yang tak sesuai dengan usianya. Mencaci maki di depan umum tanpa alasan yang jelas juga sering sekali terjadi, entah itu mereka anggap trend atau gaya hidup, itu sangat kekanak-kanakan!!
            Sebenarnya dewasa itu adalah bagi mereka yang sudah mampu berfikir sebelum bertindak, berucap tanpa menyakiti orang lain dan bisa memilih beberapa pilihan yang mampu membawanya ke masa depan yang lebih baik. Jika sedang mengalami suatu masalah atau konflik dengan orang lain atau kelompok, dan anda tidak menghiraukan hal tadi, itu berarti anda sangat memalukan. Jika anda menang tapi dengan emosi yang meledak-ledak, apalagi melakukan tindakan yang tak wajar dan perkataan yang tak pantas, sebenarnya anda kalah, iya anda kalah, semua orang menilai anda kalah, anda hanya menang dalam kompetisi yang sedang anda jalani, padahal satu pun tak ada yang bersimpati dengan anda.
Jika anda merasa usia anda sudah di atas 23, alangkah baiknya anda mulai berfikir untuk berbenah diri, fikirkan karir dan masa depan anda, pada fase ini anda sudah berada di lingkungan orang-orang yang sudah siap pakai, maksudnya di sini, anda sudah siap dipakai menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, persaingan semakin terasa, jadi anda harus sekreatif mungkin menjadi pribadi yang dianggap ada, dianggap ada bukan berti anda harus terus-terusan show off, saatnya anda menjadi pendengar dan pemerhati orang-orang yang lebih berpengalaman, kurangi ego anda, karena orang ego tak akan pernah maju dengan mulus, anda perlu orang lain untuk menjadi orang yang lebih baik, oleh karena itu beramah tamahlah pada lingkungan anda, berteman lebih baik daripada mencari-cari alasan untuk menambah musuh.

Jejaring Sosial Bukan Diary


            Penggunaan jejaring sosial saat ini semakin marak, mungkin ada beberapa orang yang beranggapan kalau tidak menggunakannya akan dianggap tidak peka dengan perkembangan zaman, dan tidak sedikit pula yang memanfaatkannya sebagai serana untuk eksistensi diri. Tapi sayangnya ada beberapa individu yang salah memahami fungsinya.
            Semua orang juga tau manfaat dari jejaring sosial seperti facebook dan twitter, iya… Mereka membantu kita dalam berkomunikasi,  baik itu dalam jarak yang sangat jauh sekalipun, saat menggunakannnya kita seolah-olah berhadapan langsung, mendekatkan pribadi yang sebelumnya tak saling mengenal, dan juga kita bisa mengetahui karakter-karakter orang lain dengan gaya bahasa yang digunakannya.
Berbicara masalah karakter, semua orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda, dan kita bisa memahaminya dengan gaya bahasa yang sering ia lontarkan, walaupun itu hanya dalam bentuk tulisan, kita sudah bisa mengartikan maksud dan ekspresinya. Ada segelintir orang yang entah karena apa tidak bisa membedakan apa saja hal yang layak dan tidak layak jadi konsumsi publik, terlebih itu adalah masalah yang bersifat  internal, contoh “Malam ini bakalan tidur di sofa nih, soalnya istriku lagi ngambek, uang belanja bulan ini berkurang”, apakah itu etis kita publikasikan??
Ada baiknya hal-hal seperti tadi cukup kita simpan sendiri saja, karena hanya akan mengundang pergunjingan, ejekan dan kadang ada beberapa oknum yang senang sekali melihat hidup kita yang sedang bermasalah. Apabila ada suatu hal yang mengundang emosi di jejaring sosial, tak seharusnya kita balas dengan emosi pula, di Facebook ada inbox, di Twitter ada DM, fungsikan itu, lakukan komunikasi yang bersifat lebih personal, agar tidak memancing emosi dari pihak lainnya. Ingat jejaring sosial bukan diary, bukan tempat kita membuang segala keluh kesah yang seharusnya tak pantas dinikmati orang lain.
            Seandainya saja jejaring sosial seperti facebook dan twitter saat ini belum ada, mungkin komunikasi dari mulut ke mulut masih sering kita lakukan, dan memang itu jauh lebih baik jika kita sedang dalam perselisihan dengan individu atau kelompok. Jika bertemu langsung masih belum memungkinkan, jangan lupakan peran SMS atau telepon, kita sudah lebih dahulu menggunakannya jauh sebelum jejaring sosial muncul, oleh karena itu janganlah terlalu terlena dengan perkembangan zaman yang kadang kala bisa menjebak kita.
           
            

Mellownya cuma Salah Paham


            Pernah ngebayangin ga’ gimana ekspresi kita kalo lagi kegirangan? Pastinya agak lebay, Tapi tergantung karakternya juga sih, kalo yang agak pendiam dan rada cool, ya emang gitu-gitu aja sih responnya kalo lagi kegirangan, nah kalo saya mah beda, mungkin agak mencuri perhatian, berlebihan dan mungkin sebagian berasa pengen ngeludahin saya aja gitu, oke makasi.
Ceritanya gini, tadi siang pas di kampus, seperti  biasa, saya  paling males ketemu sama temen-temen saya yang udah jauh kerja kerasnya buat ngejar wisuda tahun ini, saya nya malah belom ngapa-ngapain, judul aja belom ketemu, santai banget!! Ngeliat mereka seperti ngeliat malaikat pencabut nyawa, berlebihan sih, tapi emang bener-bener semales dan setakut itu buat ketemu mereka, takutnya ditanyain segala sesuatu tentang skripsi, dan nyeritain udah sejauh mana usaha mereka buat nyelesaikan skripsinya. Mendekat dan semakin mendekat, pengen kabur, tapi udah ga’ bisa lagi, udah keburu ditanyain sampe sejauh mana perkembangan outline saya, dengan tampang seperti  ga’ makan tiga hari, saya jawab “kan aku belom bisa ikut seminar gara-gara mata kuliah prasyarat seminar dapat D”,| serius sel? Mata kuliah apa?| statistik 2| lah kan prasyarat seminar mata kuliah statistik 1 bukan 2, liat nih outlineku, statistik 1 kali’ sel bukan 2 (sambil ngeliatin kertas dalam map orange yang di tentengnya dari tadi)| ini bener nih? | Iya sel…| serius ga’ bohong?| Iyaaaa sel (serentak 3 orang sampe terdengar sangat jempreng)| ya Allah… jadi aku beneran bisa ikutan seminar nih?|mau digampar sel??| Oke… oke… aku percaya (sambil ga’ sadar teriak-teriak, jingkrak-jingkrak, nyium dan meluk tiang kampus). Oke sampe di situ aja lebay nya.
Beneran ga’ nyangka kalo orang yang selama ini saya hindari malah ngasi kabar yang bikin alam bawah sadarku setengah gila, sumpah saat itu saya ga’ bisa ngontrol diri, saking senengnya, banyak banget yang ngeliatin, malu sih setelahnya, tapi ya udah lah, klo lagi seneng mah kana gampar juga saya ga’ bakal ngebales, hehehe!!  Jadi kegalauan saya selama ini cuma kesalahpahaman belaka? Ya ampun…
Selain itu saya juga banyak dapat pertannyaan ahir-ahir ini, kok sekarang agak berubah? Ga’ kayak biasa yang suka frontal, jail, ga’ bisa diam, bawel, suka ngerjain orang, kalo diajakin jalan ga’ pernah nolak. Iya ahir-ahir ini emang lagi males ngapa-ngapain, enakan di rumah aja, males ketemu orang-orang, males ditanyaan tentang seminar, skripsi dan wisuda, ga’ suka ditannyain kayak gitu, ga’ suka dibeda-bedain kenapa si dia udah mau seminar nah saya malah belom ngapa-ngapain? Paling males ditanyain kayak gitu, bikin mellow, makanya jadi anak rumahan aja ahir-ahir ini, malmingan juga di rumah, diajakin  jalan selalu jawab ga’ bisa, selalu nyari alasan biar bisa nolak.
Nah karena seminar udah dalam genggaman, galaunya mendadak lenyap nih, bisa dong saya kayak dulu lagi, nih saya udah balik kayak biasanya, hai teman-teman menggila kayak biasanya yuk ^_^
            

Pertahanan Harga Diri


Entah berawal dari mana? Perasaan ini mulai berkecamuk, seolah-olah menggerogoti tubuh ini, ada sesuatu yang aneh, semacam penolakan jati diri, aku sudah mencoba untuk tetap mengatakan tidak dari awal sampai ahir, tapi sepertinya aku kalah, walaupun aku tau aku kalah, aku akan tetap berusaha mengatakan tidak kepada dunia, karena tak ada yang lebih penting dari harga diri.
Apakah ini rindu? Hah?? Aku mengalaminya? Sudah lama sekali aku tak merasakan hal ini, sepertinya semua ini sungguh di luar logikaku, entah karena apa aku bisa merasa secengeng ini? Mulai merasakan rasa sedih dan kehilangan, ini bukan aku, bukan aku yang selama ini selalu terlihat kuat, sungguh aku malu mengungkapkannya.
Memang lebih baik menghilang dan menjauh, aku hanya perlu berdamai dengan perasaan yang sedang carut marut ini, aku tau ini hanya bersifat sementara, jadi aku hanya butuh waktu, aku yakin semuanya akan membaik seiring waktu dan kegiatanku yang sedikit ku ubah, karena aku tau ini tak boleh terjadi, aku merasakan akan banyak hambatan yang terjadi apabila aku meneruskan rasa semu yang kekanak-kanakkan ini.
Berbekal pemikiran yang kuat tentang hidup yang akan membaik, aku hanya menghilang sementara, juga berusaha menata masa depan dan sedikit memperbaiki pola pikir dan sikap yang lebih bijak, semoga ditengah perjalan ini aku menemukan hal baik yang bisa membuatku melupakan beberapa keabstrakan duniawi, sehingga bisa menyadarkanku bahwa itu memang benar-benar harus ku buang jauh-jauh.

Mahasiswa yang Galau Akut


            Sekarang lagi musim-musimnya mahasiswa semester ahir lagi galau berat gara-gara ngurusin skripsi nih, kalo mau dilebay-lebay’in, rasanya pengen bunuh diri aja kalo terus-terusan ditanyaain tentang skripsi yang sampe sekarang belum juga dapet pencerahan. Belum cukup pertanyaan yang kalo ngedengernya berasa pengen nyakar dinding “Pacarmu mana sel?”, nah sekarang muncul lagi yang baru, dan kali ini agak lebih sadis kayak tokoh-tokoh psikopat di film-film yang aku juga ga’ berani ngeliatnya, seolah-olah kayak dikeroyok orang sekampung, “Kapan wisudanya sel?” ya ALLAH… tulungin dong, aku pengen bude’ aja kalo dapet pertanyaan itu, ujung-ujungnya cuma bisa pura-pura ga’ denger, bentar lagi pura-pura mati’, ach udah jomblo, galau, diteror pula dengan pertannyaan-pertannyaan menyebalkan kayak tadi.
            Perasaan sebagai mahasiswa aku ga’ begok-begok amat kok, tapi nasipku aja yang kurang beruntung, dan bagian yang paling ga’ enaknya, orang-orang yang selama ini jago nyontek, malas-malasan, bahkan kadang nyontek aku juga, kenapa nasipnya bisa lebih beruntung dari aku? Satu penyebab kehancuranku sebagai mahasiswa semester ahir yaitu karena aku dapet nilai D di mata kuliah prasyarat seminar,  cuma karena DHK ku ilang,  jadi ya harus ngulang lagi, nilainya bakalan keluar klo ga’ salah bulan Agustus ntar, jadi kapan lagi aku seminarnya coba?? Aaaaaargh…. Nilai ku cuma jelek di mata kuliah itu kok, dan hanya itu, tapi efeknya fatal banget, belum bisa seminar, sedangkan mereka yang jeleknya di banyak mata kuliah masih bisa ikut seminar, beruntung banget de, dan mereka pada ngejar target wisuda tahun ini, nah akunya ga’ bisa, mau ga’ mau harus tahun depan, pulpuk sel, sabar…. Sabar….
            Aku tipe orang yang bisa menutupi perasaanku, apapun itu, baik itu masalah cinta, masalah keluarga, masalah dengan teman, bahkan masalah sama kantong juga bisa bisa aku tutupi, kalo ngeliat aku lagi murung bahkan mewek, itu sudah pasti, aku lagi galau karena urusan perkuliahan, hal itu benar-benar ga’ bisa aku tahan, aku bisa nangis kenceng  cuma karena dapat nilai yang ga’ sesuai harapan, kayaknya aku kena sindrom galau akut karena target wisuda tahun ini pupus sudah, iya aku lagi galau, tapi bukan ngegalauin cinta monyet kayak ababil dan para member alay loh, aku udah tobat, udah berobat sama klinik Tong fh*ng, dan sekarang aku udah sembuh, yang masih merasa alay, buruan berobat, ntar kena kutukan  struk dini tuh, yang suka ngeberot-berotin muka kalo lagi foto, muka kok diimut-imut’in gitu?? Uhuk!! Keceplosan
            Siapa bilang orang galau itu mati gaya?? It does not happen to me!! Walau dalam keadaan sempoyongan karena galaunya udah akut gini, aku masih bisa manfaatin keadaan, kabar baiknya aku bisa jualan buku, musim skripsi meen, siapa coba yang ga’ butuh buku? Dan mendadak aku jadi artis dadakan, karena promonya pake brosur segala, lumayan jadi terkenal sampe ke kampus laen. Semuanya pada sibuk nyari buku yang dibutuhkan, apalagi kalo pada tau aku ini jomblo, hah pasti 2 kali lipat lebih sibuk ngeladeni mereka dari hari-hari biasanya. Ups sorry ga’ maksd apa-apa, narsis dikit ga’ masalah kali, (nyisis kumis) eh.

           
            

Donna Maco


Beberapa orang pasti punya gelar, entah itu karena fisik, tingkah laku, maupun prestasi yang telah dia buat, nah karena itu aku mau ngebagi cerita dikit nih, karena tampangku agak keCina-cina’an  gitu, jadi beberapa temen-temenku manggil aku “maknya”, iya tampangku emang agak menjebak, padahal aku Melayu tulen kok, dulu sih sebelum jilbab’an, tapi ternyata udah pke jilbab gelar itu masih aja nempel.
Nah cerita baru lagi nih, awal tahun kemaren aku memberanikan diri buat gabung sama klub pecinta bola, yaitu JCI (Juventus club Indonesia) chapternya Pontianak, berawal dari twitter, ahirnya aku kebablasan, padahal aku nggak terlalu mengikuti perkembangan bola sih, terus dulu aku juga beranggapan cowok-cowok pecinta bola itu rada tegaan, soalnya keliatan lebih mencintai bola dari pada pasangannya, sempat mikir nggak mau banget dapat pacar pecinta bola, tapi sekarang kayaknya boleh deh, hehehehe!!
Seiring perjalanannya, bener banget kata temen satu clubku, dia bilang “kalo orang udah mencintai Juventus pasti nggak akan pindah ke lain hati”, dia bener bangget!! Makin hari aku makin cinta sama segala hal tentang Juventus, sampe niat banget belajar sejarahnya, ngecorinya dan ngumpulin jerseynya, terlebih lagi pemainnya yang make nomer punggung 8 itu loh, si Marchisio, tatapan matanya wuih, bener-bener bikin aku kelepek-kelepek, cakeeep banget, ah sudahlah, dia udah punya dua anak juga soalnya. Maaf kalo di tulisan ini aku nggak fokus ngebahas tentang Juventus, mungkin di lain kesempatan ya.
Kembali ke tema semula, iya aku lagi ngebahas masalah “Gelar”, bukan gelar SH atau Spd setelah sarjana, tapi gelar yang kesannya jadi nama ke dua kita, nama panggilan tepatnya, di JCI ini aku juga dapet gelar baru, yaitu “Donna Maco”, agak ganggu sih, soalnya kalo dipanggil gitu terus-terusan kapan aku lakunya?? Mendadak mewek. Namaku udah tercemar dibeberapa Media Sosial, karena ahir-ahir ini aku menjadi pergunjingan di Twitter dengan tema “Dona maco naek gawang”, iya dengan gelar itu aku juga sering dipromosikan sebagai Dona maco, bahkan sampe ke anak-anak club bola lainnya.
Karena aku juga suka ngeledekin temen-temen yang lain, ya nggak boleh marah lah, sama-sama suka becandain orang juga, caraku becanda emang mirip kayak cowok sih, ngaku deh ahirnya. Cuma di JCI kok aku kayak gitu, di luar mah pasti enggak lah, aku kan juga pengen punya pacar, ahahaha!! Karena cowok-cowoknya yang lebih mendominasi ya mau nggak mau, aku jadi terlihat maskulin dikit, padahal jilbab’an, tapi aku maksain diri buat menyesuaikan terhadap lingkungan sekitar, intinya aku nggak mau dibedain, nggak mau dimanja dan kalo bisa disamaratakan deh dengan cowok-cowok lainnya, Karena apa? aku sama sekali nggak niat ngecengin siapa-siapa di sini, bener-bener real untuk Juventus dan nyari temen-temen baru.
Pertannyaannya kenapa aku bisa dipanggil Dona maco? Iya dona itu nama fans Juventus di Indonesia (Juvedonna), kalo buat cowoknya dengan nama Juventini, nama Juvedonna denger-denger didapet gara-gara host bola yaitu Dona Agnesia salah satu pecinta Juventus. Maco, aku juga nggak tau pasti kenapa aku dipanggil Dona maco, ada juga yang bilang aku ini laki-laki yang terperangkap di dalam tubuh perempuan, ach macam-macam aja opini yang beredar, emang rada aneh, liat di sini deh, katanya sih gara-gara video Harlem Shake ini, di situ aku naek gawang, emang aneh ya kalo cewek bisa manjat? http://www.youtube.com/watch?v=akM7bCSg2Po dan ini kelucuan Harlem Shake part 2, lebih heboh pastinya http://www.youtube.com/watch?v=dOfnRFSISqE emang aku cewek sendiri sih di situ, tapi aku nggak maco kok, aku masih cewek biasa yang masih peduli sama penampilan, aku suka warna pink, dan suka banget sama bunga sakura, tuh kan keliatan aku feminim banget, maksa ya? Hehehe!!          


Hargailah Sahabatmu


            Di zaman yang sudah maju ini, peluang untuk mendapatkan seorang teman itu tidaklah sulit, kenapa? Karena kita sudah dipermudah dengan banyaknya Media Sosial yang semakin bermunculan. Dengan mudahnya kita bisa berkenalan dengan orang baru, yang bahkan belum pernah kita jumpai, dan jarakpun seakan tak perlu dikhawatirkan, karena hanya dengan tulisan dan sedikit foto kita seolah-olah sudah mengenal dengan baik bagaimana teman dunia maya kita itu.
            Teman menurut saya bisa kita dapatkan di mana saja dan kapan saja, tapi seorang sahabat, apakah semudah menemukan gorengan di pinggir jalan? Sahabat itu seseorang yang paling kita percayai, orang yang selalu mendengarkan begitu banyak cerita suka dan duka kita, saling tolong dan saling peduli satu sama lainnya, bahkan terkadang kedekatan kita dengannya melebihi saudara, iya, memang seperti itu kedengarannya, tapi apakah semulus itu perjalannya? Setau saya tidak, apa bedanya orang yang sedang menjalin hubungan kekasih dengan orang yang menjalin hubungan persahabatan? Jawabannya tidak jauh berbeda, ada  pihak yang menyakiti dan tersakiti, dan banyak pula lika-liku dalam hubungan tersebut, jika ada kecocokan, hubungan itu akan terus berjalan, tapi jika kecocokan itu hilang ditelan kecurigaan bahkan kebencian? Apakah hubungan itu harus diteruskan?
            Kedua hubungan di atas sebenarnya mudah, asalkan jangan si pengalah saja yang harus mengalah, harus ada timbal baliknya, ada kalanya si pengalah akan lelah dengan caranya yang terus-terusan berusaha keras untuk mempertahankan hubungan itu, mereka yang tak mau mengalah, akan terus menerus seperti itu, karena sudah terbiasa dibujuk, dimintai maaf, dan dianggap penting dalam hubungan itu, sikap egoisnya semakin hari akan semakin memuncak, ia terkesan merasa dibutuhkan, dan selalu merasa hebat, jadi ia bisa melakukan dan mengatakan apa saja yang ia inginkan tanpa perlu takut si pengalah tersinggung, begitukah sikap seorang sahabat? Apa masih pantas ia kita anggap sahabat? Jika semakin hari tiada perubahan yang lebih baik, ya hubungan itu memang harus diahiri.
            Sahabat itu seharusnya saling menghargai, saling peduli, dan saling percaya, bukan saling sindir menyindir di twitter, jika ada suatu masalah baiknya diselesaikan dengan cara yang baik, dibicarakan dengan kepala dingin, jangan saling ingin menang sendiri, dan saling menjatuhkan, ingatlah saat masih bersama-sama dulu, banyak hal yang pernah kita lakukan bersama, kita lewati itu semua dengan canda tawa, pertimbangkanlah begitu banyak hal baik yang pernah ia lakukan, apakah dengan satu kesalahan yang belum tentu ia lakukan, kita pantas membencinya? Jangan pernah lupakan kebaikannya, ingat itu!!
Jadi apa pantas kita bertengkar bahkan saling ingin membenci dengan satu masalah yang masih bisa dibicarakan baik-baik, dan bahkan tak jarang masalah itu hanyalah kesalahpahaman belaka, kenapa harus diam-diaman? Kenapa harus sindir menyindir, bahkan tak jarang saling memaki di Media Sosial bahkan di hadapan orang banyak. Mana rasa malu kita? Dulu selalu bersama-sama, kenapa sekarang bisa seperti binatang yang memperebutkan makanan? Jadilah manusia yang bermartabat, kita mahluk yang paling sempurna, kita tau bagaimana caranya berfikir, jadi gunakanlah pikiranmu dengan cara yang benar, dan jangan pernah sia-siakan sahabatmu, karena ia juga sangat berpengaruh di hidupmu, untuk saat ini dan masa depanmu kelak.
           

Bakteri Pembenci


            Pada tau kan siapa aja artis atau petinggi-petinggi negeri ini yang lagi mau tampil eksis di masyarakat? Karena nggak bisa nyaingin kerja keras jempolannya pak Jokowi, yang terkenal dengan prestasi dan cara-caranya yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat itu lagi dipuja-puja banget saat ini, sudah sebegitu baiknya masih ada aja yang iri, sehingga mereka yang iri itu melakukan banyak cara buat ngejatohin nama baik beliau, sabar ya pak, anda tetap orang paling hebat kok di negeri ini, amin. Ya karena mau eksis juga, mereka rela melakukan apapun, walaupun itu tingkah aneh yang menyebalkan, yang penting bisa eksis, dikenal masyarakat, dibenci juga nggak masalah, yang penting bisa terkenal, pemikiran seperti  apa itu? Nyebut dong nyebut!!!
            Seperti judul di atas, bakteri pembenci, mengapa aku bilang kayak gitu? Menurutku semua orang punya bakteri itu, aku juga punya, nih lagi usaha buat ngilanginnya, moga bisa, hehehe!!! Tanpa kita sadari bakteri itu muncul ke tubuh kita, walaupun kita udah menjaga kebersihan, ya semua orang juga tau kali’, kembali ke topik!! Bakteri ini menyerang pola pikir kita, nggak cuma bikin dosa nambah, bakteri ini juga bisa mengganggu kesehatan kita juga loh, kenapa? Karena kita selalu berfikir negatif, gampang marah, berburuk sangka pada orang yang kita benci, mencari-cari kesalahan dan kekurangannya, sehingga sisi baiknya seolah-olah nggak akan pernah keliatan, nggak baikkan? Terlalu sering berfikir negatif membuat kita mudah terkena Dysepsia (penyakit sulit mencerna), gampang marah juga bahaya, marah 5 menit aja  bisa menyebabkan sistem imun kita mengalami depresi selama 6 jam, ih serem de, makanya aku sendiri mau ngilangin bakteri itu secpat-cepatnya.
            Anehnya orang yang sering kita benci itu agak nggak masuk akal, kayak artis atau orang-orang penting di Negara kita, padahal belum pernah ketemu, kok bisa benci? Aku juga punya daftar nama-nama orang yang nggak aku suka, sayangnya mereka lagi eksis banget sekarang, mereka terkenal dengan cara mereka yang menurutku sangat menyebalkan, kadang kalo ngeliat mereka di TV pengen banget rasanya nyakar-nyakar dinding, sambil mikir kok bisa orang kayak gitu masuk TV?? Kenapa bukan aku?? Kayaknya aku lebih ok deh, Ahahaha!! Aku baru aja di block di Instagram sama artis yang lagi heboh dengan kata badroom-nya itu, cuma ngomen “cincinnya bagus mbak, tapi sayang jarinya jempol semua, hehe” langsung diblock deh, mungkin sukanya dipuja-puja aja, yang komen kayak aku tadi langsung diblock, temenku juga jadi korban blocknya, aduuuh
            Mau cerita dikit nih, aku punya temen yang agak dibenci gitu deh sama temen-temen yang lain, selalu ada aja rival dalam pergaulannya, bisa dibilang dia itu Syahrini wanna be, bukan gaya atau tampangnya yang mirip, menurutku sikapnya itu yang mirip, doyan pamer,  selalu mau eksis dan selalu ngersa paling hebat dari yang lain. Kadang emang agak menyebalkan, tapi setelah ahir-ahir ini aku mempelajari lebih dalam lagi karakternya, ternyata dia itu baik banget kok sebagai temen, peduli dan nggak mudah iri’an anaknya. Dia cerita beberapa masalahnya, dan pertannyaanya yang bikin aku sadar selama ini kalo aku juga salah, yaitu  “kok aku selalu dibully ya sel? Padahalkan aku nggak pernah ngurusin hidup orang, aku juga nggak pernah ganggu orang, jadi salahku di mana ya sel?”. Miris banget dengarnya, walaupun aku nggak pernah benci sama dia, tapi aku pernah benci sama orang tanpa orang itu bikin salah, ach jadi malu, dapet pelajaran baru kali ini, ati-ati sama rasa benci, karena bisa ngerusak pola pikir kita, bakteri itu harus kita basmi secepat mungkin, ntar malah berkembang biak, jadi makin susah mau diilangin.
            Mulai sekarang aku mau banget berdamai dengan semua orang, siapapun itu, agar nggak ada lagi bakteri pembenci dalam hati, agar bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi dari yang kemarin, toh kita juga belum sempurnakan? Biarkanlah mereka hidup dengan cara mereka, dan ingat, jangan menjalani hari-hari kita dengan saling membenci, saling mengkritik kekurangan orang lain dan saling menghina juga jangan pernah ngerasa paling benar, kita semua pernah salah, pernah saling menyakiti, jadilah orang yang bisa berbesar hati menerima kekurangan orang lain dan jalanilah hidup dengan segala perbedaan yang kita punya, karena itu yang akan memperkaya kita dengan jiwa yang lebih mapan lagi dalam segala hal, lo gue friend!! Tos…  ^_^
            

Aku Lagi Galau!!!


Dewasa ini siapa coba yang nggak pernah stress? Pasti pernah dong, kalo bahasa yang lagi ngetrendnya saat ini yaitu GALAU, entah berasal dari masa kalimat itu, sampe semua orang sering banget ngucapinnya, bahkan menjadi trending topik. Banyak faktor yang bisa menimbulkan kegalau’an, tapi yang paling sering terjadi yaitu dilemma karena cinta, ach cinta lagi…. Cinta lagi…. Untung akunya jomblo, ahahahaha
Sebagai mahasiswi semester ahir, satu-satunya penyebab kegalauanku cuma satu, yaitu masalah perkuliahan, mau masalah berat di keluarga, masalah sama temen, masalah dengan isi kantong bahkan masalah dengan perasaan sekalipun nggak bakalan bisa ngebuat hidupku sesuram ini, bener-bener gelap gulita, murung dan selalu murung, siapapun kayaknya nggak bakalan bisa bikin aku tertawa lepas lagi, sarjana kapan gelar itu bisa kudapatkan??
Awal mula kegalau’anku ini yaitu karena aku mendapatkan nilai D di mata kuliah prasyarat seminar, padahal targetku mau wisudanya ahir tahun ini, tapi kalo dipikir-pikir kayaknya nggak bisa deh, kalo emang beneran bisa, itu keberuntunganku yang nggak bakalan kulupakan. Mengapa bisa aku ngedapetin nilai D itu sepele kok, cuma karena DHK ku ilang, padahal aku sering masuk, malahan aku suka bangget mata kuliah itu, statistik 2, ya itu salah satu mata kuliah yang bener-bener menguras otak. Nggak ngerasa sok pinter sih, aku ngerasa aneh aja, yang doyan nyontek kok nilainya lebih bagusan dari aku? Kalo dosen itu ngasi soal, aku juga sering ngerjainnya di depan kelas, jadi bener-bener sia-sia otakku terkuras selama ini, bapak dosen yang biasa marahin aku karena suka salah nulis rumus di papan tulis itu melupakan kerja kerasku selama ini. Ach kalo diinget-inget cuma bikin tegangan darah tinggi.
Namanya pak Firdaus, dosen yang megang mata kuliah statistik 2 itu agak membuatku kecewa, awalnya aku suka dengan cara mengajarnya yang memegang sistem demokrasi dan membebaskan siapapun untuk kritis, santai dan bikin aku malu banget kalo aku nggak ngerti sedikit aja yang ia jelaskan, bener-bener hasil yang sangat mengecewakan, saat mendapatkan nilai itu aku kaget banget, nggak nyangka kenapa harus aku yang dapet nilai itu? Yang lain kok nggak? Mereka yang pemalas itu kok nggak? Aku akan dipersulit setahun lagi untuk mendapatkan gelar sarjana, cuma karena mata kuliah itu.
Marah bener-bener marah, tangisanku waktu itu pun nggak bisa meluluhkan hatinya, ia tetap kekeh kalo nilai itu emang pantes buat aku, emang raja tega!!

Bukan seorang PHP


Punya status single itu suka serba salah, kayak golongan paling rendah aja di masyarakat, tapi sukur-sukur masih keterima sih di Indonesia, karena kami bukan suku Rohingya yang dibantai habis-habisan di Myanmar , alhamdulilah ya mblo, hehe!! Soalnya banyak banget komentar yang bermunculan, nggak tau juga niatnya apaan, dikatain nggak laku-laku, penyuka sesame jenis, bahkan baru-baru ini aku malah dikatain PHP, tuh kan bener-bener serba salah. Emang si temen cowokku agak lebih banyak, terlebih lagi aku seorang Juvedona, cewek-ceweknya cuma dikit, jadi temen-temenku banyak yang maskulin  dari yang feminimnya. Aku orangnya emang agak ramah dan cepet nyambung kalo diajakin ngobrol, ya suka aja punya banyak temen baru, karena itu mungkin aku dikatain PHP, padahal niatkukan cuma mau temenan.
Di luar JCI (Juventus Club Indonesia) juga aku dikatain kayak gitu, kata PHP kayaknya udah melekat banget di aku, kadang ada juga beberapa temen yang baru kenal agak canggung gitu, kadang nggak pake sungkan aku malah ngajakin ngobrol duluan, ya pake becanda versi sepik-sepikan gitu, biar nggak garing suasannya, padahal cuma becanda loh, kayak “ntar malem aku nelfon kamu ya, kamu udah punya pacar?aku mau daftar soalnya, Kok kamu tampan banget seh? rahasianya pake apaan? Ya kalimat-kalimat sepikan yang bisa menghangatkan suasana menurutku, emang ada beberapa yang nanggepinnya santai, tapi ternyata ada juga yang nanggepinnya serius, sampe aku dibilang mau PHPin anak orang, itu bukan aku banget, aku cius loh!!
Sejauh ini aku baik-baik aja sih, anggep aja yang ngebuli itu sekelompok fans, ahahaha!! Becanda ya, ntar aku salah lagi gara-gara keseringan becanda, iya sebagai wanita muda, aku emang nggak bisa diem, banyak komentar, ngobrolin apa aja bisa nyambung, punya selera humor yang tinggi, makanya mudah punya temen baru, sampe murid-muridku pada bilang biasanya guru yang lagi mangang itu selalu dikerjain sama muridnya, lah ini buk sella kok malah kebalik, malah dia yang suka ngerjain muridnya. Harus dong ya, murid juga merupakan sasaran tepat buat dikerjain, makanya murid-muridku juga bisa jadi temen-temenku.
Sekali lagi aku tekankan aku bukan PHP, karena PHP itu penyakit yang berbahaya, bisa merusak kehidupan nusa dan bangsa, akukan anak baik, yang maunya mencerdaskan bangsa bukan malah ngerusak bangsa, hehe!!

Jomblo itu bukan penyakit menular


Setelah ngejomblo lebih dari setahun, nggak ngebet-ngebet banget juga sih bisa punya pacar baru, ya aku santai aja gitu ngejalaninya, tapi yang menyebalkan banget, di manapun, kapanpun dan dengan siapapun, aku selalu aja jadi bahan ledekan, kenapa sih kenapa? Apa sebegitu menyedihkannya aku dengan statusku ini? Pada lebay deh
Pernah ngerasaain dilempar-lempar? Bukan dilempar beneran sih, maksudnya dilempar ke banyak pihak, walaupun bukan beneran, tapi sama aja sakit dan capeknya, bentar-bentar dengan si ini, bentar lagi dengan si itu, emang aku apaan coba??  Bukannya bermaksud mau usaha nyari gebetan, tapi aku emang sering dan lebih banyak temenan sama cowok, ya ngerasa lebih solid aja kalo temenan sama cowok, karena temen cowokku yang lebih mendominasi, itu sebabnya aku jadi dilempar sana sini, padahal niatnya cuma mau temenan doang kok, tapi masih aja diledekin, ya becandanya emang gitu kali, aku maklumi aja.
Sebenarnya jomblo itu bukan penyakit kok, aku juga heran kok para jomblo nggak dihargain banget kehadirannya, padahalkan mereka nggak mengidap penyakit menular. Aku sendiri yang terperangkap dalam situasi ini malah ngerasa terhina banget jadi jomblo, sampe dapet gelar “jomblo profesional”, tega banget yang ngasi tu gelar, temen-temen alumni SMP, alumni SMA, temen  KAMPUS, temen PPL, keluarga sampe murid juga suka ngeledekin, ya Allah kok nasipku  tragis banget? Hehe!!
Aku belum nemuin yang pas aja, makanya masih betah kayak gini, lagian aku belum jadi siapa-siapa, jadi belum ada yang bisa dibanggain sama calon pacar dan keluarganya entar, salah ya kalo aku mirirnya kayak gitu? Nikmati aja ejekan kayak “nggak laku-laku dan lesbi”, biarin, uji mental juga, ya sudahlah, diemin aja, anggepin sambil cengengesan aja, buat jomblo-jomblo yang lain semoga sukses aja ngelewati masa jomblomu ya, tetep tegar malaupun selalu dibuli. Hehe!!  


Mulutmu Harimaumu


Manusia diciptakan dengan takaran emosi yang berbeda-beda, ada yang tidak bisa mengontrol emosinya ada juga yang bisa mengontrol emosinya, dalam menghadapi masalah, manusia cendrung mudah mengeluh dan mudah pula marah, marah ini sendiri sering sekali ditujukan pada orang lain, sebagai upaya untuk pembelaan diri. Seringkali saya temui di beberapa media sosial, kemarahan seseorang itu menjadi konsumsi publik, entah apa manfaatnya? Mengumbar masalah pribadi dan memamerkan kata-kata penuh emosi yang  tak layak di konsumsi publik pun sudah sering kita jumpai, pertannyaannya kenapa demikian? Karena karakteristik tiap individu itu berbeda-beda, jadi sebagai salah satu di antaranya pandai-pandailah kita memahami karakter orang-orang di sekitar kita, agar kita tidak mengalami sebuah pertengkaran yang kadang terjadi hanya karena kesalah pahaman semata.
Mempelajari karakteristik tiap individu itu tidak kalah penting dengan mempelajari apa yang ada di bumi ini, dengan mempelajarinya kita secara mental akan lebih kuat, bermental kuat di sini maksudnya yaitu mampu menguasai situasi dan kondisi di manapun kita berada, dengan siapapun itu. Terkadang orang yang emosinya sedang meledak-ledak terlihat seperti sedang kerasukan. Iya, mahluk halus memang sangat menyukai orang yang sedang marah, apabila sedang mengalami konflik dengan seseorang, terlebih lagi seseorang itu mengeluarkan kata-kata tak pantas, sebaiknya anda tenangkan diri anda, jangan sesekali membalas ucapannya, seperti kata pepatah “diam tak ciptakan musuh”, orang yang sedang marah itu cara berpikirannya tidak stabil, ia bisa saja mengucapkan kalimat yang tak pantas, ia juga bisa saja melakukan hal-hal yang bisa merugikan orang lain bahkan dirinya sendiri, oleh karena itu, apabila anda sedang berhadapan dengan orang tersebut, baiknya anda hindari, karena tak ada manfaatnya sama sekali jika anda hadapi, jangan sampai perang opini terjadi dalam penyelesaian masalah anda, karena itu tidak akan pernah membantu.
Apabila emosinya sudah reda, kadang orang tersebut akan  menyesali tindakan dan ucapannya, dan barulah kata maaf terucap, saya rasa “lebih baik ditampar dari pada dikatakan sebagai sesuatu yang tidak manusiawi, seperti menyamakan kita dengan binatang, atau beberapa hal lainnya yang dalam arti kata negativ”, hal itu sangat menyakitkan, karena sebuah kalimat itu akan sangat membekas di hati dari pada sebuah pukulan yang sakitnya akan mudah hilang.
Belajarlah mengontrol emosi anda, karena orang yang sabar jauh lebih dihargai dan dicintai dari pada seorang yang walaupun memiliki banyak hal yang diinginkan orang lain, tapi tak bisa mengontrol emosinya, orang lain hanya akan mendekatinya atas dasar sesuatu hal, atau kepentingan pribadi, bukan atas dasar cinta dan kasih sayang. Jangan sampai karena anda memiliki kemampuan dan kekuasaan anda bertindak semaunya, tanpa memikirkan posisi dan perasaan orang lain, nantinya anda hanya akan di kelilingi oleh orang-orang yang mencintai apa yang anda punya bukan karena diri anda sendiri.  

Aku dan murid-muridku


Setelah menikmati liburan selama dua minggu dengan banyak aktivitas yang lumayan menyenangkan, ahirnya besok masuk lagi kayak biasa, ke sekolah lagi, bukan akunya yang masih sekolah, tapi tepatnya lagi magang/ppl, jadi buk guru gitu selama enam bulan. Agak kaku juga sih ni besok jadi buk guru lagi, soalnya selama liburan kemarin akunya ngalay mulu bareng temen-temen, susahkan menjadi dua pribadi yang berbeda dalam waktu deket? Hehe!! Nggak ach, becanda doang, tapi sebegai buk guru dadakan yang bersifat sementara, aku lumayan juga sih, nggak terlalu malu-maluin, bisa tegas, jaim, galak, dan banyak baiknya. Ehem….  Ya kalo ngajar bisa jadi itu bukan aku banget, padahal aku udah nyoba buat cool, tapi masih aja dikatain sama murid kalo aku masih belum pantes jadi guru, udah sering galak tapi tetep aja dikecengin, ya males juga pura-pura galak, nggak ngefek juga.
Kalo omongan-omongan yang rada aneh itu aku udah biasa, awalnya capek juga nahan ketawa, tapi lama-lama kebiasaan juga, setiap hari ada aja yang tiba-tiba nyepik ngaak peduli waktunya yang nggak tepat, cuekin aja, paling dibales senyum nggak enak, belum tau sih gurumu ini ratu sepik. Hehe!!
Keliatan banget sih kalo murid-muridku itu lebih mau jadi temenku dari pada jadi muridku, padahal udah nyoba beribawa, jaim, cool, galak, tapi tetep aja diajakin becanda, bingung juga kenapa? Ahirnya capek juga, biasa-biasa aja deh. Tapi yang ngeselin kemaren tu pas ulangan umum, aku disuruh ngawas anak kelas tiga, walaupun aku cuma ngajar anak kelas satu, tapi lebih deketnya sih sama anak kelas tiga, agak dewasa kali, jadi cewek cowoknya asik aja dijadikan temen. Waktu itu lagi ulangan fisika, ya nenek-nenek disko juga tau itu pelajaran paling susah, anehnya pas aku nongol depan pintu kelas, satu kelas pada heboh kayak baru ngeliat artis, nggak taunya di belakangku ada dua guru yang kalo ngeliat lumayan bikin tegang , aku jadi disalahin deh, dikatain nggak berwibawa dan biang keributan, pikir deh, salahku di mana coba? Salahku cuma kenapa ngawas ulangan waktu itu.
Udah ach males ngebahasnya lagi, mo fokus ngomongin aku dengan semua murid-muridku aja, jauh lebih menyenangkan, banyak yang lucunya sih kalo diinget-inget dari pada nyebelinnya, kalo nyebelinnya nilai-nilai mereka pada anjlok aja, ada tuh satu kelas nggak tuntas semua, tapi ada juga nilainya yang hampir sempurna, jadi nggak terlalu bikin aku stress. Ternyata jadi guru SMA itu menyenangkan juga, muridku bisa jadi temen, sampe di beranda dan TL pada penuh dengan curhatan mereka, masalah cinta yang sering mendominasi. Mungkin gara-gara sering ngecengin mereka dengan status dan twit galau mereka, eh aku malah dikatain juga, ternyata nggak ngegalauin cinta itu nggak ngejamin bisa bebas dari ejekan, malah lebih parah, jadi jomblo itu juga jadi sasaran empuk murid-muridku, “buk sella nggak pernah galau karena nggak laku-laku”.
Heran, aku ngajar apa uji mental? Tapi anehnya meskipun kayak gitu mereka ngangenin juga, gara-gara mereka aku bisa jadi asik aja gitu melewati masa ppl ini, besok bakalan ketemu lagi, nggak tau lagi deh apa lagi keusilan yang bakal mereka buat, berikanlah aku kesabaran ya Allah, aim mohon, eh…

Gagal lagi menemui Opick

Sekarang ini boyband dan girlband lagi ngehebohin dunia musik di Indonesia, heran di mana letak menariknya? kok bisa secepat itu narik simpati rakat? paling ABG sih yang sampe rela-rela jadi fansnya.

Bukannya nggak percaya dengan karakter musik di Indonesia, tapi menurut saya, musik kita bisanya hanya menjiplak musik luar, nggak semua sih, tapi sangat mendominasi, makanya agak males ngedengerin lagu Indonesia, sukanya musik-musik dari luar, terlihat dan terdengar lebih kreatif.

Tapi ada juga beberapa pemusik dari Indonesia yang sangat saya gemari, salah satunya yaitu Opick, pelantun lagu-lagu rohani itu benar-benar mampu memikat hati saya dengan karakter khasnya yang sangat tenang itu. Beliau satu-satunya penyanyi dan pencipta lagu dari Indonesia yang berhasil ngebuat saya merinding saat dengerin lantunan suaranya, benar-benar menyentuh, Subhanallah.....

Sayangnya saya belum pernah sekalipun mendapat kesempatan buat bertemu langsung dengannya, padalah udah sekian kalinya beliau berkesempatan datang ke Pontianak, saya selalu berhalangan untuk menemuinya, tanggal 31 Desember kemarin beliau kembali datang ke Pontianak, menggelar konsernya yang ditujukan untuk Palestina. Sakit banget rasanya, lagi dan lagi saya nggak bisa bertemu dengannya langsung, karena saya sedang berlibur di Luar kota, dan parahnya lagi saya tau kabar konsernya itu setelah 4 hari setelah konsernya. Kesel sekesel-kesenya, emang jarang si temen-temen saya yang juga ngefans dengan beliau, makanya kabar beliau akan konser di Pontianak nggak nyampe ke saya, sakitnya kayak abis diselingkuhin, pengen nyakar-nyakar dinding saking kesalnya.

Semoga saya masih diberikan kesempatan untuk dipertemukan dengan beliau, itu adalah permintaan kecil yang bener-bener jadi harapan saya dari dulu, sayangnya belum kesampaian, makin sukses aja buat Opick, ditunggu karya-karyanya terbarunya.

Pria Tampan di Pasar Tradisional

Sebelumnya saya jarang sekali ke pasar tradisional, paling kalo orang rumah pada nggak ada, baru deh belanja dan masak sendiri di rumah. Agak memalukan sih, tapi gini-gini saya suka masak, ya nggak terlalu pinter-pinter banget, tapi ya bisa lah, jadi nggak terlalu malu-maluin jadi anak cewek. Hehe!!

Selama liburan Ke Ketapang, hampir tiap hari saya nemenin bibi saya belanja ke pasar tradisional, emang agak becek dan bau sih, tapi saya malah suka belanja ke pasar tradisional, bedanya pasar tradisional di Pontianak dengan di Ketapang itu jauh banget, di sini semuanya seger-seger, pembeli nggak akan ngerasa dirugikan, saya aja sampe pangling ngeliat ikan-ikannya bisa semulus dan sesegar syahrini, sayurannya juga gitu, saya heran yang layunya nggak ada, jadi pada ke mana? jadi mikir mau pindah ke sini, pasti bisa hidup lebih sehat.

Tapi yang ngebuat saya semakin suka belanja di pasar tradisional di Ketapang ini karena nggak tau kenapa, pria-pria tampan kok pada berserakan di sini? jadi nggak mau pulang ke rumah, maunya di pasar aja, hehehe!!
Versi tampan setiap orang itu pasti beda, menurut saya tampan itu, mereka yang putih, tinggi besar, dan kalo kumisan itu semakin menambah kesempurnaan mereka, beuh bikin melek kalo ngeliat yang begituan, hehe!!

Sayangnya besok saya udah harus pulang ke Pontianak, nggak ketemu lagi deh yang tampan-tampan di sini, apalagi tadi pagi, beuh.... heran kok ada yang kayak gitu di pasar tradisional, cakep gitu, kok mau ya? putih mulus gitu, kenapa nggak jadi artis aja toh mas, ya Allah ngegemesin, ahahaha!! ih jadi ganjen gini, padahal nggak berani natap matanya lama-lama, takut salting, malu atuh. Tapi kalo ingat wajahnya jadi nyengir-nyengir nggak jelas deh, nggak tau deh bisa ketemu dia lagi apa nggak, ya udah la ya, paling udah punya pacar juga, 2 atau 3 hari lagi saya juga bakalan lupa sama dia, hehe
yang penting besok saya pulang, dan kembali beraktivitas di Pontianak, selamat tinggal tampan. Hehe!!

Judul skripsi yang masih dalam angan-angan

Menjelang skripsi terkadang para mahasiswa sudah mulai uring-uringan, bahkan untuk berpenampilan menarik saja sudah tidak terlalu dipikirkan lagi, banyak dari mereka hanya terfokus untuk cepat-cepat menyelesaikan skripsinya agar bisa mendapatkan gelar. Terlebih lagi apabila sudah semester ahir, pertanyaan-pertannyaan yang kedengarannya agak menyudutkan mulai rajin datang "kapan wisuda?", saya rasa pertannyaan itu lebih menyakitkan dari pada ditannyakan "kapan nikah?", khususnya bagi mereka yang dari kalangan keluarga sederhana seperti saya, kadang pernah berfikir untuk segera melepaskan beban orang tua, kasian kalau terus-terusan dikuras tenaganya hanya untuk membiayai kuliah anaknya yang kadang kala tidak serius dan sering main2 dalam belajar.

Perasaan itu sering kali mengganggu, belum lagi hambatan yang datang silih berganti, tidak hanya dari bidang perkuliahan, faktor lain juga banyak mempengaruhi, yang menjadi hambatan untuk terus fokus meyelesaikan kuliah sampai selesai dan segera mendapat gelar. Sebagai mahasiswa semester 7 yang sedang menjalani praktek, saya sudah mulai dilanda kebingungan harus menggunakan judul apa dalam skripsi saya nanti, belum lagi masih ada 4 mata kuliah yang masih belum saya selesaikan, agak pesimis bisa menyelesaikan skripsi saya dengan segera.

Sedikit cerita, kakak sepupu saya seorang apoteker, pada masa kuliah dulu ia memiliki beberapa teman yang bisa dikatakan amat sukses sekarang dengan penemuannya, judul skripsinya dikontrak oleh perusahaan selama 20 tahun karena ia telah menemukan suplemen serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami yang membantu kesehatan pencernaan, suplemen ini tidak asing lagi, karena kemungkinan besar anda juga pernah mengkonsumsinya. Satu lagi penemuan dari skripsi lainnya yaitu obat yang berbentuk sirup, yang bermanfaat untuk penderita mabuk dan muntah dalam perjalan, sebelumnya obat ini sudah ada dalam kemasan pil, setelah itu ditemukan lagi dalam kemasan cair dalam fungsi yang sama, ahirnya perusahaan mengkontraknya, padahal baik yang pil dan cair itu terbuat dari bahan yang berbeda, hanya namanya saja yang sama.

Sekarang para penemunya tinggal menikmati hasil dari jerih payah mereka yang kira-kira mereka dapatkan belasan tahun yang lalu, pertannyaannya, "apakah kita bisa seperti itu?", mendengar cerita dari kakak sepupu saya itu, saya jadi termotivasi untuk membuat judul skripsi yang demikian juga, tapi apakah saya sanggup? di sisi lain saya harus segera menyelesaikan kuliah saya, agar beban orang tua tidak semakin bertambah, saya rasa membuat skripsi yang berguna untuk masyarakat dan masa depan saya itu tidaklah gampang, dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, terlebih lagi saya yang berkecimpung di jurusan sejarah pendidikan, apa yang harus saya lakukan? sampai sekarang saya juga belum mendapatkan jawabannya.

Pulau datok di Sukadana

Ahir tahun, semuanya pada sibuk dengan rencana liburan masing2, baik itu dengan keluarga, teman, maupun pasangan, dan sebagai penggila pantai, lagi dan lagi aku memilih untuk liburan ke pantai, Suasananya, aromanya dan rasanya itu yang nggak bisa diungkapin dengan kata2. Kali ini aku liburan bersama keluargaku ke Sukadana, di Kayong Utara, Kabupaten baru yang memecahkan diri dari Ketapang, KalBar.

Untuk pertama kalinya aku berkunjung ke sini, mungkin karena baru, aku jadi ngerasa pantai ini nyaman banget, lumayan bersih dan airnya yang bening, bahkan air asinnya itu keliatan kayak air tawar, bening banget sampe permukaannya keliatan. Aku rasa Ketapang rugi banget kehilangan daerah yang sekarang menjadi Kabupaten Kayong Utara ini, karena potensi alamnya bagus banget, kalo pemerintah daerahnya mau peduli, Kayong Utara ini pasti bisa ngalahin berkembangnya kota Ketapang.

Terlebih lagi kalo ahir tahun, buah durian bisa membanjiri Kabupaten ini, harganya juga berbagai macam, beruntung sekali bagi penggila buah durian, karena bisa dibilang di sini merupakan surganya durian.

Sensi sama durian banget.... banget... banget...

Bulan Desember emang bulannya si raja buah, ya durian emang lagi berserakan di setiap penjuru, aku emang nggak terlalu doyan sama buah ini, bisa dibilang sensi banget sama aroma menyengatnya.

Sama halnya dengan tahun lalu, kali ini aku juga ngelewatin liburan di kota Ketapang, emang agak telat dari Pontianak, tapi sama juga, di sini juga banjir durian, yang bikin aku agak keganggu, di rumah keluarga yang di Ketapang ini, semuanya pada gila sama buah ini, aggggrh... pengen teriak, lalu lalu loncat dari lantai 4 kampusku, bisa dibayangin tiap hari beli durian, udah ngalahin jadwalnya mandi.

Dulu, saking bencinya sama durian, aku sampe pernah ngomong ke temen2, "mendingan aku maen voli pake durian deh dari pada harus makan tu buah", nggak sadar saking sensinya. tapi mungkin udah capek dan mulai terbiasa kali ya dengan aromanya yang hampir aku hirup 24 jam, ahirnya aku ngalah juga, dan mulai berani nyobain, hebatnya malah habis banyak, maklum orang rumah kalo beli nggak prnah dikit, kayak mau ngegoda aku, kegoda deh. hehehe!

Beberapa kali nyobain, ya aku jadi menikmatinya juga, pagi, siang dan malam gitu2 mulu tiap harinya, kayak ada yang ngerasuk, jadi mau aja makannya. Tapi pas pulang liburan dari pulau datok di Sukadana kemaren, beli duriannya kayak beli beras, pake karungan segala, 2 jam semobil sama durian, bikin kepalaku puyeng, perut kayak dikocok2, mual banget, sebenarnya bisa sih kaca mobilnya dibuka, tapi 2 koponakanku yang masih kecil2 nggak bisa tidur kalo nggak pake AC, kepaksa deh pusing2n selama 2 jam lebih, rasanya itu seperti nggak ada oksigen, cuma ad bau duren di mana2, nyiksa banget.

Setelah itu mau durian jenis apaan juga nggak bakal ngaru, aku tetep nolak, sensinya banget.... banget... banget...
jangan coba2 nawarin aku durian lagi, durian.... i hate u so!!!