Cantik itu Perjuangan


Setiap wanita pasti ingin menjadi sosok yang cantik dan menarik, baik dari fisik dan penampilan pasti selalu diperbarui sesuai trend yang sedang booming saat ini. Begitu lah wanita, selalu ingin tampil menawan di muka umum, jadi sudah bisa dipastikan mereka rela merogok kocek dalam-dalam dan merasakan rasa sakit dalam perawatan, hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan agar bisa terlihat cantik.
Menurut saya cantik itu perjuangan, di mana kita sebagai wanita harus melakukan rutinitas yang agak menyakitkan seperti:
1.      High heels
Saat menggunakannya wanita akan terlihat lebih anggun, karena postur kaki akan lebih jenjang, mata yang melihatnya memang nyaman sekali memandangnya, tapi apakah senyaman itu bagi penggunanya? Saya rasa tidak, karena rasa pegal akan selalu menghantui, belum lagi dalam menggunakannya rasa waspada selalu ada, karena model professional yang sering menggunakannya saja tak luput dari jatuh karena heelsnya, jadi memang perlu hati-hati, karena kita mempertaruhkan rasa malu apabila terjatuh dalam menggunakannya.
2.      Behel (kawat gigi)
Gigi rapi dan terawat, siapapun ingin memilikinya, beruntunglah mereka yang sudah dari lahir memiliki gigi yang sudah berjejer rapi, bagaimana bagi mereka yang memiliki gigi yang masih berantakan? Jangan khawatir, karena sekarang penggunaan behel sudah ramai di gunakan di masyarakat, bahkan bukan lagi untuk perawatan, penggunaan behel saat ini sepertinya sudah menjadi acecoris.
Setelah menggunakan dalam kurun waktu tertentu memang perubahan akan terjadi, gigi akan terlihat lebih rapi dari sebelumnya, tapi dalam prosesnya, rasa sakit akan sering terjadi, karena kondisi mulut akan lebih sensitif, mudah sariawan karena terkadang terjadi masalah dengan kawatnya, dan saat mengganti karetnya, akan sulit mengunyah, gigi akan terasa sangat ngilu, karena pergeseran yang terjadi pada gigi.
3.      Treatment kecantikan
Sebagian wanita yang peduli akan penampilan fisiknya tak jarang melakukan rutinitas wajib sebagai wanita, yaitu ke salon, hal itu seperti sering sekali kita lakukan sebagai cara untuk terlihat lebih menawan, salah satu yang paling sering di lakukan oleh kaum hawa yaitu facial, di mana pada wajah akan dipencet-pencet dan dibersihkan dari kulit mati seperti komedo, atau penggunaan masker yang setelah kering langsung ditarik, seperti masker lumpur, itu sangat menyakitkan, tak jarang membuat kita berteriak kesakitan dan mata pun bisa berair, tapi wajah memang lebih kinclong dari sebelumnya.
4.      Diet
Banyak wanita sangat takut apabila berat badannya naik, walaupun itu hanya beberapa ons, kadang mereka agak terlihat lebay dengan kondisi badan mereka yang mulai membengkak, maka banyak hal yang harus mereka lakukan demi mendapatkan tubuh yang ideal. Salah satunya diet, itu juga menyakitkan, karena kita harus bisa mengontrol nafsu makan, ini lebih rumit, karena pada tahap ini kita memiliki banyak pantangan dalam mengkonsumsi makanan, perlu kesabaran dan keyakinan dalam menjalaninya, tak sedikit wanita yang gagal melakukannya, dan tubuh idealpun tak kunjung didapatkan.
Cantik memang harus diperjuangkan, wangi, putih mulus, tinggi dan langsing itu memang sangat menarik, dan itu memang cantik, setiap wanita ingin seperti itu, tapi harus ada usaha di setiap kepuasan. Cantik dari dalam itu penting, tapi alangkah menawannya seorang wanita apabila dari luar pun ia terlihat cantik, karena mata melihat dari luar baru lah mata melihat dari hati. 

Sudah Dewasakah Anda??


            Banyak yang berpendapat dewasa itu bukan karena umur, tapi karena pengalaman, iya itu tidak salah, tapi menurut saya, pada usia 23 tahun dewasa itu suatu keharusan, dan bagi mereka yang belum mau atau belum sadar akan pentingnya kedewasaan, mungkin mereka hanya menganggap enteng, mereka masih terbuai dengan fenomena duniawi yang masih memanjakan mereka dengan segala hal yang penuh dengan kepalsuan, dan jika saatnya nanti mereka sudah menyadarinya, mereka sudah jauh tertinggal, dan itu menyakitkan!!
            Dewasa karena pengalam itu tidak salah, karena seseorang akan mengalaminya apabila mereka pernah tersudut dalam kondisi yang sangat tidak nyaman, misalkan merasa kehilangan, kehilangan adalah sebuah perasaan di mana seseorang tersebut merasa berbeda dari biasanya, ruang di hatinya diliputi perasaan sedih, ada perasaan hampa, seperti merasa sendiri di tengah-tengah keramaian, jika ia mampu menerima itu, maka ia akan menjalani semua aktifitasnya seperti biasa, bedanya hanya ia sedang berada dalam lingkungan yang baru, seperti contoh hal yang paling sering kita alami, “tempat gelas di rumah di pindahkan ke sudut yang berbeda, pasti naluri kita akan tidak sengaja mencari gelas di tempat yang lama, padahal kita sudah tau tempat tersebut sudah di pindahkan”.
            Dewasa di usia muda memang ada, tapi jarang sekali di temukan, karena sekarang ini banyak usia-usia belasan sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol, selalu ingin show off, agar dianggap paling hebat, dan mereka hanya seperti ingin hidup di hari ini saja, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di hari esok, dan parahnya lagi itu juga sering terjadi pada usia 20-n bahkan tak jarang 30-n ke atas, baik dari segi pemikiran, ucapan dan tingkah laku banyak yang tak sesuai dengan usianya. Mencaci maki di depan umum tanpa alasan yang jelas juga sering sekali terjadi, entah itu mereka anggap trend atau gaya hidup, itu sangat kekanak-kanakan!!
            Sebenarnya dewasa itu adalah bagi mereka yang sudah mampu berfikir sebelum bertindak, berucap tanpa menyakiti orang lain dan bisa memilih beberapa pilihan yang mampu membawanya ke masa depan yang lebih baik. Jika sedang mengalami suatu masalah atau konflik dengan orang lain atau kelompok, dan anda tidak menghiraukan hal tadi, itu berarti anda sangat memalukan. Jika anda menang tapi dengan emosi yang meledak-ledak, apalagi melakukan tindakan yang tak wajar dan perkataan yang tak pantas, sebenarnya anda kalah, iya anda kalah, semua orang menilai anda kalah, anda hanya menang dalam kompetisi yang sedang anda jalani, padahal satu pun tak ada yang bersimpati dengan anda.
Jika anda merasa usia anda sudah di atas 23, alangkah baiknya anda mulai berfikir untuk berbenah diri, fikirkan karir dan masa depan anda, pada fase ini anda sudah berada di lingkungan orang-orang yang sudah siap pakai, maksudnya di sini, anda sudah siap dipakai menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, persaingan semakin terasa, jadi anda harus sekreatif mungkin menjadi pribadi yang dianggap ada, dianggap ada bukan berti anda harus terus-terusan show off, saatnya anda menjadi pendengar dan pemerhati orang-orang yang lebih berpengalaman, kurangi ego anda, karena orang ego tak akan pernah maju dengan mulus, anda perlu orang lain untuk menjadi orang yang lebih baik, oleh karena itu beramah tamahlah pada lingkungan anda, berteman lebih baik daripada mencari-cari alasan untuk menambah musuh.

Jejaring Sosial Bukan Diary


            Penggunaan jejaring sosial saat ini semakin marak, mungkin ada beberapa orang yang beranggapan kalau tidak menggunakannya akan dianggap tidak peka dengan perkembangan zaman, dan tidak sedikit pula yang memanfaatkannya sebagai serana untuk eksistensi diri. Tapi sayangnya ada beberapa individu yang salah memahami fungsinya.
            Semua orang juga tau manfaat dari jejaring sosial seperti facebook dan twitter, iya… Mereka membantu kita dalam berkomunikasi,  baik itu dalam jarak yang sangat jauh sekalipun, saat menggunakannnya kita seolah-olah berhadapan langsung, mendekatkan pribadi yang sebelumnya tak saling mengenal, dan juga kita bisa mengetahui karakter-karakter orang lain dengan gaya bahasa yang digunakannya.
Berbicara masalah karakter, semua orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda, dan kita bisa memahaminya dengan gaya bahasa yang sering ia lontarkan, walaupun itu hanya dalam bentuk tulisan, kita sudah bisa mengartikan maksud dan ekspresinya. Ada segelintir orang yang entah karena apa tidak bisa membedakan apa saja hal yang layak dan tidak layak jadi konsumsi publik, terlebih itu adalah masalah yang bersifat  internal, contoh “Malam ini bakalan tidur di sofa nih, soalnya istriku lagi ngambek, uang belanja bulan ini berkurang”, apakah itu etis kita publikasikan??
Ada baiknya hal-hal seperti tadi cukup kita simpan sendiri saja, karena hanya akan mengundang pergunjingan, ejekan dan kadang ada beberapa oknum yang senang sekali melihat hidup kita yang sedang bermasalah. Apabila ada suatu hal yang mengundang emosi di jejaring sosial, tak seharusnya kita balas dengan emosi pula, di Facebook ada inbox, di Twitter ada DM, fungsikan itu, lakukan komunikasi yang bersifat lebih personal, agar tidak memancing emosi dari pihak lainnya. Ingat jejaring sosial bukan diary, bukan tempat kita membuang segala keluh kesah yang seharusnya tak pantas dinikmati orang lain.
            Seandainya saja jejaring sosial seperti facebook dan twitter saat ini belum ada, mungkin komunikasi dari mulut ke mulut masih sering kita lakukan, dan memang itu jauh lebih baik jika kita sedang dalam perselisihan dengan individu atau kelompok. Jika bertemu langsung masih belum memungkinkan, jangan lupakan peran SMS atau telepon, kita sudah lebih dahulu menggunakannya jauh sebelum jejaring sosial muncul, oleh karena itu janganlah terlalu terlena dengan perkembangan zaman yang kadang kala bisa menjebak kita.