Hargailah Sahabatmu


            Di zaman yang sudah maju ini, peluang untuk mendapatkan seorang teman itu tidaklah sulit, kenapa? Karena kita sudah dipermudah dengan banyaknya Media Sosial yang semakin bermunculan. Dengan mudahnya kita bisa berkenalan dengan orang baru, yang bahkan belum pernah kita jumpai, dan jarakpun seakan tak perlu dikhawatirkan, karena hanya dengan tulisan dan sedikit foto kita seolah-olah sudah mengenal dengan baik bagaimana teman dunia maya kita itu.
            Teman menurut saya bisa kita dapatkan di mana saja dan kapan saja, tapi seorang sahabat, apakah semudah menemukan gorengan di pinggir jalan? Sahabat itu seseorang yang paling kita percayai, orang yang selalu mendengarkan begitu banyak cerita suka dan duka kita, saling tolong dan saling peduli satu sama lainnya, bahkan terkadang kedekatan kita dengannya melebihi saudara, iya, memang seperti itu kedengarannya, tapi apakah semulus itu perjalannya? Setau saya tidak, apa bedanya orang yang sedang menjalin hubungan kekasih dengan orang yang menjalin hubungan persahabatan? Jawabannya tidak jauh berbeda, ada  pihak yang menyakiti dan tersakiti, dan banyak pula lika-liku dalam hubungan tersebut, jika ada kecocokan, hubungan itu akan terus berjalan, tapi jika kecocokan itu hilang ditelan kecurigaan bahkan kebencian? Apakah hubungan itu harus diteruskan?
            Kedua hubungan di atas sebenarnya mudah, asalkan jangan si pengalah saja yang harus mengalah, harus ada timbal baliknya, ada kalanya si pengalah akan lelah dengan caranya yang terus-terusan berusaha keras untuk mempertahankan hubungan itu, mereka yang tak mau mengalah, akan terus menerus seperti itu, karena sudah terbiasa dibujuk, dimintai maaf, dan dianggap penting dalam hubungan itu, sikap egoisnya semakin hari akan semakin memuncak, ia terkesan merasa dibutuhkan, dan selalu merasa hebat, jadi ia bisa melakukan dan mengatakan apa saja yang ia inginkan tanpa perlu takut si pengalah tersinggung, begitukah sikap seorang sahabat? Apa masih pantas ia kita anggap sahabat? Jika semakin hari tiada perubahan yang lebih baik, ya hubungan itu memang harus diahiri.
            Sahabat itu seharusnya saling menghargai, saling peduli, dan saling percaya, bukan saling sindir menyindir di twitter, jika ada suatu masalah baiknya diselesaikan dengan cara yang baik, dibicarakan dengan kepala dingin, jangan saling ingin menang sendiri, dan saling menjatuhkan, ingatlah saat masih bersama-sama dulu, banyak hal yang pernah kita lakukan bersama, kita lewati itu semua dengan canda tawa, pertimbangkanlah begitu banyak hal baik yang pernah ia lakukan, apakah dengan satu kesalahan yang belum tentu ia lakukan, kita pantas membencinya? Jangan pernah lupakan kebaikannya, ingat itu!!
Jadi apa pantas kita bertengkar bahkan saling ingin membenci dengan satu masalah yang masih bisa dibicarakan baik-baik, dan bahkan tak jarang masalah itu hanyalah kesalahpahaman belaka, kenapa harus diam-diaman? Kenapa harus sindir menyindir, bahkan tak jarang saling memaki di Media Sosial bahkan di hadapan orang banyak. Mana rasa malu kita? Dulu selalu bersama-sama, kenapa sekarang bisa seperti binatang yang memperebutkan makanan? Jadilah manusia yang bermartabat, kita mahluk yang paling sempurna, kita tau bagaimana caranya berfikir, jadi gunakanlah pikiranmu dengan cara yang benar, dan jangan pernah sia-siakan sahabatmu, karena ia juga sangat berpengaruh di hidupmu, untuk saat ini dan masa depanmu kelak.
           

0 komentar:

Posting Komentar