Jejaring Sosial Bukan Diary


            Penggunaan jejaring sosial saat ini semakin marak, mungkin ada beberapa orang yang beranggapan kalau tidak menggunakannya akan dianggap tidak peka dengan perkembangan zaman, dan tidak sedikit pula yang memanfaatkannya sebagai serana untuk eksistensi diri. Tapi sayangnya ada beberapa individu yang salah memahami fungsinya.
            Semua orang juga tau manfaat dari jejaring sosial seperti facebook dan twitter, iya… Mereka membantu kita dalam berkomunikasi,  baik itu dalam jarak yang sangat jauh sekalipun, saat menggunakannnya kita seolah-olah berhadapan langsung, mendekatkan pribadi yang sebelumnya tak saling mengenal, dan juga kita bisa mengetahui karakter-karakter orang lain dengan gaya bahasa yang digunakannya.
Berbicara masalah karakter, semua orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda, dan kita bisa memahaminya dengan gaya bahasa yang sering ia lontarkan, walaupun itu hanya dalam bentuk tulisan, kita sudah bisa mengartikan maksud dan ekspresinya. Ada segelintir orang yang entah karena apa tidak bisa membedakan apa saja hal yang layak dan tidak layak jadi konsumsi publik, terlebih itu adalah masalah yang bersifat  internal, contoh “Malam ini bakalan tidur di sofa nih, soalnya istriku lagi ngambek, uang belanja bulan ini berkurang”, apakah itu etis kita publikasikan??
Ada baiknya hal-hal seperti tadi cukup kita simpan sendiri saja, karena hanya akan mengundang pergunjingan, ejekan dan kadang ada beberapa oknum yang senang sekali melihat hidup kita yang sedang bermasalah. Apabila ada suatu hal yang mengundang emosi di jejaring sosial, tak seharusnya kita balas dengan emosi pula, di Facebook ada inbox, di Twitter ada DM, fungsikan itu, lakukan komunikasi yang bersifat lebih personal, agar tidak memancing emosi dari pihak lainnya. Ingat jejaring sosial bukan diary, bukan tempat kita membuang segala keluh kesah yang seharusnya tak pantas dinikmati orang lain.
            Seandainya saja jejaring sosial seperti facebook dan twitter saat ini belum ada, mungkin komunikasi dari mulut ke mulut masih sering kita lakukan, dan memang itu jauh lebih baik jika kita sedang dalam perselisihan dengan individu atau kelompok. Jika bertemu langsung masih belum memungkinkan, jangan lupakan peran SMS atau telepon, kita sudah lebih dahulu menggunakannya jauh sebelum jejaring sosial muncul, oleh karena itu janganlah terlalu terlena dengan perkembangan zaman yang kadang kala bisa menjebak kita.
           
            

0 komentar:

Posting Komentar