Judul skripsi yang masih dalam angan-angan

Menjelang skripsi terkadang para mahasiswa sudah mulai uring-uringan, bahkan untuk berpenampilan menarik saja sudah tidak terlalu dipikirkan lagi, banyak dari mereka hanya terfokus untuk cepat-cepat menyelesaikan skripsinya agar bisa mendapatkan gelar. Terlebih lagi apabila sudah semester ahir, pertanyaan-pertannyaan yang kedengarannya agak menyudutkan mulai rajin datang "kapan wisuda?", saya rasa pertannyaan itu lebih menyakitkan dari pada ditannyakan "kapan nikah?", khususnya bagi mereka yang dari kalangan keluarga sederhana seperti saya, kadang pernah berfikir untuk segera melepaskan beban orang tua, kasian kalau terus-terusan dikuras tenaganya hanya untuk membiayai kuliah anaknya yang kadang kala tidak serius dan sering main2 dalam belajar.

Perasaan itu sering kali mengganggu, belum lagi hambatan yang datang silih berganti, tidak hanya dari bidang perkuliahan, faktor lain juga banyak mempengaruhi, yang menjadi hambatan untuk terus fokus meyelesaikan kuliah sampai selesai dan segera mendapat gelar. Sebagai mahasiswa semester 7 yang sedang menjalani praktek, saya sudah mulai dilanda kebingungan harus menggunakan judul apa dalam skripsi saya nanti, belum lagi masih ada 4 mata kuliah yang masih belum saya selesaikan, agak pesimis bisa menyelesaikan skripsi saya dengan segera.

Sedikit cerita, kakak sepupu saya seorang apoteker, pada masa kuliah dulu ia memiliki beberapa teman yang bisa dikatakan amat sukses sekarang dengan penemuannya, judul skripsinya dikontrak oleh perusahaan selama 20 tahun karena ia telah menemukan suplemen serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami yang membantu kesehatan pencernaan, suplemen ini tidak asing lagi, karena kemungkinan besar anda juga pernah mengkonsumsinya. Satu lagi penemuan dari skripsi lainnya yaitu obat yang berbentuk sirup, yang bermanfaat untuk penderita mabuk dan muntah dalam perjalan, sebelumnya obat ini sudah ada dalam kemasan pil, setelah itu ditemukan lagi dalam kemasan cair dalam fungsi yang sama, ahirnya perusahaan mengkontraknya, padahal baik yang pil dan cair itu terbuat dari bahan yang berbeda, hanya namanya saja yang sama.

Sekarang para penemunya tinggal menikmati hasil dari jerih payah mereka yang kira-kira mereka dapatkan belasan tahun yang lalu, pertannyaannya, "apakah kita bisa seperti itu?", mendengar cerita dari kakak sepupu saya itu, saya jadi termotivasi untuk membuat judul skripsi yang demikian juga, tapi apakah saya sanggup? di sisi lain saya harus segera menyelesaikan kuliah saya, agar beban orang tua tidak semakin bertambah, saya rasa membuat skripsi yang berguna untuk masyarakat dan masa depan saya itu tidaklah gampang, dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, terlebih lagi saya yang berkecimpung di jurusan sejarah pendidikan, apa yang harus saya lakukan? sampai sekarang saya juga belum mendapatkan jawabannya.

0 komentar:

Posting Komentar