Mulutmu Harimaumu


Manusia diciptakan dengan takaran emosi yang berbeda-beda, ada yang tidak bisa mengontrol emosinya ada juga yang bisa mengontrol emosinya, dalam menghadapi masalah, manusia cendrung mudah mengeluh dan mudah pula marah, marah ini sendiri sering sekali ditujukan pada orang lain, sebagai upaya untuk pembelaan diri. Seringkali saya temui di beberapa media sosial, kemarahan seseorang itu menjadi konsumsi publik, entah apa manfaatnya? Mengumbar masalah pribadi dan memamerkan kata-kata penuh emosi yang  tak layak di konsumsi publik pun sudah sering kita jumpai, pertannyaannya kenapa demikian? Karena karakteristik tiap individu itu berbeda-beda, jadi sebagai salah satu di antaranya pandai-pandailah kita memahami karakter orang-orang di sekitar kita, agar kita tidak mengalami sebuah pertengkaran yang kadang terjadi hanya karena kesalah pahaman semata.
Mempelajari karakteristik tiap individu itu tidak kalah penting dengan mempelajari apa yang ada di bumi ini, dengan mempelajarinya kita secara mental akan lebih kuat, bermental kuat di sini maksudnya yaitu mampu menguasai situasi dan kondisi di manapun kita berada, dengan siapapun itu. Terkadang orang yang emosinya sedang meledak-ledak terlihat seperti sedang kerasukan. Iya, mahluk halus memang sangat menyukai orang yang sedang marah, apabila sedang mengalami konflik dengan seseorang, terlebih lagi seseorang itu mengeluarkan kata-kata tak pantas, sebaiknya anda tenangkan diri anda, jangan sesekali membalas ucapannya, seperti kata pepatah “diam tak ciptakan musuh”, orang yang sedang marah itu cara berpikirannya tidak stabil, ia bisa saja mengucapkan kalimat yang tak pantas, ia juga bisa saja melakukan hal-hal yang bisa merugikan orang lain bahkan dirinya sendiri, oleh karena itu, apabila anda sedang berhadapan dengan orang tersebut, baiknya anda hindari, karena tak ada manfaatnya sama sekali jika anda hadapi, jangan sampai perang opini terjadi dalam penyelesaian masalah anda, karena itu tidak akan pernah membantu.
Apabila emosinya sudah reda, kadang orang tersebut akan  menyesali tindakan dan ucapannya, dan barulah kata maaf terucap, saya rasa “lebih baik ditampar dari pada dikatakan sebagai sesuatu yang tidak manusiawi, seperti menyamakan kita dengan binatang, atau beberapa hal lainnya yang dalam arti kata negativ”, hal itu sangat menyakitkan, karena sebuah kalimat itu akan sangat membekas di hati dari pada sebuah pukulan yang sakitnya akan mudah hilang.
Belajarlah mengontrol emosi anda, karena orang yang sabar jauh lebih dihargai dan dicintai dari pada seorang yang walaupun memiliki banyak hal yang diinginkan orang lain, tapi tak bisa mengontrol emosinya, orang lain hanya akan mendekatinya atas dasar sesuatu hal, atau kepentingan pribadi, bukan atas dasar cinta dan kasih sayang. Jangan sampai karena anda memiliki kemampuan dan kekuasaan anda bertindak semaunya, tanpa memikirkan posisi dan perasaan orang lain, nantinya anda hanya akan di kelilingi oleh orang-orang yang mencintai apa yang anda punya bukan karena diri anda sendiri.  

0 komentar:

Posting Komentar